Ini sebuah film yang memperlihatkan cinta tanpa syarat disutradarai Arie Azis, dan bakal tayang di di bioskop mulai 4 September 2025\r\n\r\n“AGAPE The Unconditional Love”, menghadirkan kisah menyentuh yang relevan dengan realitas banyak orang. Mengambil latar di sebuah rumah sakit, film ini menyajikan empat kisah yang saling terhubung—tentang keluarga, sahabat, pasangan, dan pengorbanan.\r\n\r\nCinta Tanpa Pamrih\r\n\r\nKata “Agape” sendiri adalah bentuk cinta tertinggi—kasih tanpa pamrih. Gagasan inilah yang menjadi fondasi cerita film, yang menyoroti perjuangan dan kasih sayang orang-orang di sekitar pasien.\r\n\r\nArie Azis menggandeng penulis skenario Titien Wattimena dan Beta Ingrid Ayu untuk mengembangkan ide tersebut.\r\n\r\n“Kebetulan memang banyak yang relate dengan temanya, yakni caregiver,” ujar Arie Azis, dalam peluncuran poster dan trailer film di Demo Bar & Bistro, Epicentrum, Jakarta Selatan, 18 Juli 2025.\r\nIde awal tersebut kemudian dikembangkan menjadi skenario yang memuat berbagai bentuk kasih sayang. Tidak hanya Agape, namun juga jenis kasih lain seperti Eros (kasih romantis), Filia (kasih persahabatan), dan Storge (kasih keluarga).\r\n\r\n“Nanti diceritanya juga dikembangkan hubungan antara ibu dan anak, saudara kandung, sahabat, hingga suami istri,” ungkap Beta Ingrid Ayu.\r\n\r\nProduser Michael Lumban Tobing menegaskan bahwa keempat bentuk cinta tersebut menjadi elemen utama dalam narasi film ini:\r\n\r\n“Keempat tipe kasih—Agape, Filia, Storge, dan Eros—itu memang sudah ada dalam film ini.”\r\n\r\nSebagai film perdana yang diproduksi HoLoFa Pictures, AGAPE The Unconditional Love mengusung format multiplot. Empat kisah utama dirajut dalam satu latar: rumah sakit.\r\nDi sanalah para tokoh berjuang menghadapi persoalan hidup, dikuatkan oleh kasih sayang dan harapan.\r\n\r\nKira (Sarah Beatrix), remaja tangguh pengidap leukemia, ditemani oleh ibunya, Sania (Maudy Koesnaedi), yang berjuang mati-matian untuk pengobatan sang anak—siang sebagai pengemudi ojek online, malam menjadi resepsionis karaoke.\r\n\r\nGigi (Rania Putrisari), penderita sakit jantung bawaan, mendapat kasih tanpa syarat dari adiknya, Gino (Pangeran Lantang), yang rela mengubur mimpinya menjadi penyanyi demi sang kakak.\r\n\r\nDi sisi lain, Daffa (Tanta Ginting), pemilik kafe yang menderita gagal ginjal akut, menjalani pengobatan berat ditemani sahabat setianya, Bimo (Samuel Rizal), yang tak pernah meninggalkannya meski hidup penuh ketidakpastian.\r\n\r\nSementara itu, Yosua (Tyo Pakusadewo), pria paruh baya yang dikenal sinis, mendapat perawatan penuh kesabaran dari istrinya, Martha (Meriam Bellina), dan menghadapi luka lama bersama putranya, Markus (Rendy Kjaernett).\r\nKisah lain turut memperkaya narasi, seperti Masinton (Dwi Yan), mantan satpam yang mulai kehilangan ingatan, ditemani oleh Chika (Chika Waode), penjaga kantin yang kerap mengajak bernostalgia.\r\n\r\nHadir pula para tenaga medis seperti Dr. Pujiati (Dewi Yull), Amel (Maudy Wilhelmina), hingga Prof. Astuti (Tutie Kirana), yang turut menjadi bagian dari cerita cinta tanpa syarat ini.\r\n\r\nFilm ini adalah pengingat bahwa dalam setiap perjuangan, selalu ada cinta yang menyertai—meski tak selalu terlihat