FaktaNews.net | Jakarta – Kolaborasi apik antara Multi Buana Kreasindo (MBK) dan Sinemata Productions kembali melahirkan karya layar lebar berjudul “Ibadah & Cinta” (IDC). Film ini menandai proyek keempat mereka di bawah bendera Sinemata Buana Kreasindo (SBK) Productions, yang akan menyuguhkan perpaduan nuansa religi dan romantis dengan latar eksotis Indonesia dan Australia, dijadwalkan tayang pada awal 2026.\r\n\r\nDisutradarai oleh Jastis Arimba, “Ibadah & Cinta” mengusung genre drama religi romantis, melanjutkan sukses proyek sebelumnya seperti “Pengin Hijrah” (rilis Oktober 2025), “The Bell: Panggilan untuk Mati”, dan “Ghost Soccer: Bola Mati” yang bahkan melibatkan pelatih Timnas Shin Taeyong sebagai cameo.\r\n\r\nMenurut Rendy Gunawan, produser film ini, salah satu keunggulan “Ibadah & Cinta” terletak pada pemilihan lokasi syuting yang ikonik dan belum pernah digunakan dalam film Indonesia sebelumnya. Melbourne, Australia, menjadi sorotan utama dengan pengambilan gambar di lokasi-lokasi menawan seperti Grampians National Park, Port Campbell, dan Twelve Apostles.\r\n\r\n“Beberapa titik lokasi di Melbourne belum pernah hadir di film-film Indonesia. Kami memilih lokasi yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga mendukung perjalanan emosional karakter,” ujar Rendy, menekankan bagaimana latar belakang yang dipilih akan memperkuat kedalaman cerita. Kisah Perjuangan Cinta dan Keyakinan di Tengah Tantangan Hidup\r\n“Ibadah & Cinta” mengisahkan perjalanan Rico, seorang pemuda keturunan Indonesia yang menetap di Australia. Pertemuannya dengan Santun, perempuan berhati lembut di sebuah pesantren tempat sahabatnya menimba ilmu agama, secara perlahan mengubah pandangan Rico tentang kehidupan, ibadah, dan arti cinta sejati. Keduanya digambarkan menghadapi tantangan berat dari latar belakang keluarga yang keras, terutama dalam hubungan mereka dengan sosok ayah masing-masing.\r\n\r\nFilm ini membawa pesan mendalam bahwa memperjuangkan cinta dengan cara yang benar dan baik merupakan bagian integral dari perjalanan spiritual, bukan sesuatu yang perlu dihindari. “Ibadah & Cinta” berupaya merangkul nilai-nilai agama dan emosi manusia dalam satu narasi yang menyentuh dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.\r\nUntuk lokasi syuting di Indonesia, tim produksi memilih Pesantren Darunnajah Cipining di Leuwiliang, Bogor, sebagai latar utama, didukung oleh beberapa lokasi lain seperti Tapos, Cigombong, dan Sukabumi.\r\n\r\nProses syuting film ini direncanakan rampung dalam 25 hari, didahului dengan 12 hari workshop intensif bagi para pemain untuk membangun chemistry dan mendalami karakter. Dengan target tayang pada awal 2026, “Ibadah & Cinta” diharapkan dapat menjadi pembuka yang manis dalam kalender perfilman nasional.\r\n\r\n“Target kami adalah menghadirkan film religi yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menghibur. Kami ingin penonton merasa terhubung secara emosional dengan cerita dan karakter,” tambah Rendy.\r\n\r\nDengan naskah yang kuat, karakter yang solid, dan didukung visual yang memukau, “Ibadah & Cinta” diharapkan akan menjadi salah satu film religi-romantis yang membawa angin segar dan warna baru dalam kancah perfilman Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terbaru, masyarakat dapat mengikuti akun resmi media sosial “Ibadah & Cinta”.\r\n\r\n(Reporter: Shultan)